Peringati Hari Lanjut Usia, Puluhan Lansia Wonokromo Surabaya ‘Healing’ Ceria ke Pasuruan Naik Kereta Api

Surabaya, Tnipolrinews.com |
Sebanyak 50 warga lanjut usia (lansia) yang tergabung dalam kelompok lansia RW 04 Kelurahan Wonokromo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, menggelar kegiatan wisata mandiri atau healing ceria ke Kota Pasuruan, Jawa Timur, pada Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini diinisiasi khusus untuk memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) dengan menghadirkan alternatif rekreasi yang aman, nyaman, dan ekonomis bagi para lansia.
Mengusung tema yang semangat, yaitu “Jalan-Jalan Yang Bikin Happy, Usia Hanyalah Angka, Semangatmu Selalu Muda. Rombongan bertolak dari Stasiun Wonokromo tepat pukul 07.37 WIB. Mereka memanfaatkan moda transportasi kereta api komuter menuju Stasiun Pasuruan. Perjalanan yang memakan waktu sekitar dua jam tersebut berlangsung penuh suka cita dan kehangatan di dalam satu gerbong khusus.
Guna mengusir kejenuhan selama perjalanan, beberapa lansia tampak asyik bernyanyi karaoke bersama. Sementara itu, sebagian peserta lainnya memilih bersantai sembari menikmati pemandangan bentang alam berupa perkampungan, hamparan kebun, dan persawahan hijau di sepanjang jalur rel kereta api. Momentum kebersamaan ini menjadi bukti bahwa keterbatasan usia tidak menghalangi mereka untuk menikmati hidup dengan bahagia.
Turut hadir mendampingi rombongan sepanjang kegiatan adalah Ning Sriah, perwakilan Kader Surabaya Hebat (KSH) sekaligus instruktur senam lansia setempat. Tidak hanya itu, Ketua RT 01, Hary Margo, dan Ketua RT 03, Saudi Arobby, juga ikut serta mengawal perjalanan serta membantu pengondisian acara dari awal keberangkatan hingga kembali pulang ke Surabaya dengan selamat.
Setibanya di Stasiun Kota Pasuruan, rombongan langsung menuju destinasi pertama, yaitu gerai pabrik ‘Bipang’, makanan khas lokal yang melegenda. Jarak dari stasiun ke lokasi gerai yang relatif dekat dimanfaatkan dengan berbagai pilihan transportasi sesuai kenyamanan fisik peserta; ada yang memilih berjalan kaki, naik becak, dokar, ojek motor, hingga angkutan kota (bemo). Di lokasi ini, para lansia tampak antusias melihat proses produksi dan berbelanja aneka produk olahan untuk buah tangan.

Agenda kemudian dilanjutkan menuju kawasan Alun-Alun Kota Pasuruan untuk beristirahat sejenak, yang diteruskan dengan wisata religi berupa ziarah ke makam ulama kharismatik, ‘Mbah Yai Hamid’ (KH. Abdul Hamid) dan Ibu Nyai Nafsiah. Area makam suci tersebut terletak tepat di kompleks Masjid Agung Al-Anwar yang berada di lingkar alun-alun.
Usai ziarah, para peserta diberikan waktu bebas untuk menikmati sudut kota. Suasana guyub semakin terasa saat sebagian lansia memilih menggelar tikar di area ruang terbuka hijau alun-alun untuk menikmati bekal makanan yang dibawa dari rumah secara bersama-sama. Ketika azan zuhur berkumandang, hampir seluruh anggota rombongan bergegas menuju Masjid Agung Al-Anwar untuk melaksanakan salat berjamaah.
Sebelum kereta jadwal kepulangan tiba pada pukul 15.55 WIB, rombongan kembali berkumpul di ruang tunggu Stasiun Pasuruan. Waktu tunggu tersebut diisi kembali dengan ramah tamah, bernyanyi ringan, serta berburu sisa oleh-oleh di pasar sekitar stasiun. Dalam sesi santai ini, awak media berkesempatan melakukan bincang-bincang bersama para tokoh lingkungan yang mendampingi.
Ketua RT 01 RW 04 Kelurahan Wonokromo, Hary Margo, menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini memiliki dampak yang sangat positif bagi kesehatan emosional dan fisik para lansia yang kerap dikategorikan sebagai kelompok rentan.

”Kegiatan jalan-jalan seperti ini merupakan stimulus kesehatan pikiran yang tentu berdampak langsung pada kebugaran fisik. Usia boleh tua, namun semangat harus tetap muda. Hal ini selaras dengan motto tema yang kami canangkan hari ini. Terus semangat untuk para lansia,” ujar Hary Margo kepada awak media.
Senada dengan Hary Margo, Ketua RT 03 RW 04, Saudi Arobby, menambahkan bahwa selain menjaga kebugaran fisik, aspek spiritual dan silaturahmi juga menjadi esensi penting dalam sisa kehidupan para lansia.
”Faktor usia memang identik dengan penurunan daya ingat atau kepikunan, dan itu sudah menjadi fitrah manusia. Langkah tepat yang harus diambil selain aktif berolahraga pikir adalah mendekatkan diri kepada Sang Pencipta agar selalu mendapatkan rahmat dan keberkahan. Kegiatan ziarah religi ini adalah pengingat spiritual yang tepat. Melalui agenda ini, selain pikiran dan tubuh menjadi segar kembali, esensi utamanya adalah silaturahmi antarwarga yang tetap terjaga erat,” pungkas Arobby.
“Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar. Rombongan kembali tiba di Kota Pahlawan dalam kondisi sehat walafiat dengan membawa kegembiraan serta semangat baru untuk menjalani aktivitas sehari-hari. (Triwono)
