Juli 17, 2026

RONI SIDIKI: JANGAN KITA TUMBANGKAN SAKSI PERJUANGAN KITA SENDIRI

0

TNIPOLRINEWS.COM –

GORONTALO, 17 Juli 2026 – Dengan suara penuh keyakinan dan mata yang berbinar semangat patriotik, Tokoh Masyarakat Kota Gorontalo Roni Sidiki menyampaikan sikap tegas yang tak bisa ditawar Saya tidak akan pernah setuju atas pembongkaran Rumah Tinggi. Karena bangunan ini bukan sekadar tembok bata, melainkan saksi hidup yang tak berbohong atas pengorbanan leluhur kita, ” ujarnya.

Di balik dinding yang kini mulai menua itu, tersimpan jejak langkah yang mengubah takdir Gorontalo selamanya. Inilah tempat di mana pada tanggal 23 Januari 1942, keberanian rakyat meledak menjadi cahaya harapan. Di sini, Nani Wartabone dan para pejuang berdiri tegak menentang kekuasaan penjajah yang dianggap tak terkalahkan. Di sini, bendera Merah Putih pertama kali dikibarkan di tanah Serambi Madinah bukan atas perintah dari jauh, melainkan atas kemauan lurus dan darah sendiri dari anak‑anak Gorontalo.

“Rumah Tinggi diam saja, tapi ia melihat segalanya. Ia mendengar janji kemerdekaan, merasakan degup jantung pejuang yang rela mati demi tanah kelahiran, dan menyimpan rahasia bahwa kita bangsa yang punya keberanian luar biasa. Jika kita merobohkannya hari ini, berarti kita sedang mematikan saksi kebenaran itu. Berarti kita malu pada sejarah kita sendiri. Berarti kita membiarkan orang lain menghapus identitas kita perlahan‑lahan,” ujar Roni Sidiki dengan nada yang semakin tajam dan menyentuh hati, ” tegasnya.

Kepada awak media, pihak lebih menegaskan: kemajuan daerah tidak harus dijalani dengan cara membuang akar. Kita boleh membangun jalan lebar, gedung tinggi, dan fasilitas modern sebanyak apa pun tetapi tak ada satu pun yang mampu menggantikan nilai satu situs perjuangan asli. Membangun berarti menambahkan, bukan menghapus. Memajukan berarti menghormati asal‑usul, bukan berpura‑pura lupa dari mana kita datang.

“Darah pejuang itu masih mengalir di nadi kita. Jangan sampai kita bertindak layaknya mereka yang tak mengerti arti pengorbanan. Jangan biarkan saksi bisu ini tumbang di tangan kita sendiri, lalu menyesal selamanya ketika sudah terlambat,” tambahnya.

Pernyataan ini kini bergema menyatu dengan gelombang kesadaran rakyat yang semakin meluas: Rumah Tinggi adalah milik seluruh Gorontalo, adalah kehormatan kita bersama, dan wajib dilestarikan sebagai warisan abadi bagi anak cucu nanti. Mempertahankannya adalah bukti kita layak disebut penerus pejuang. Membiarkannya hilang adalah pengkhianatan terbesar bagi sejarah kemerdekaan, ” pungkasnya.

( Sr.01 )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *