Juni 28, 2026

Transformasi Pendidikan Anak, Puluhan Guru TK di Surabaya Belajar Manfaatkan AI

0

TNIPOLRINEWS.COM –

Surabaya – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini mulai merambah dan membawa perubahan besar pada dunia pendidikan anak usia dini. Komitmen untuk melek teknologi ini ditunjukkan oleh puluhan guru TK dan PAUD yang antusias mengikuti pelatihan bertajuk “Guru Berkarya: Membuat Lagu Anak & Video Edukasi Berbasis AI pada Sabtu (27/6/2026) di Royal Square surabaya.

“Kegiatan inovatif yang diinisiasi oleh IDE DAN AKU ini mendapat dukungan penuh dari Rumah Broadcast Public Speaking, Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak Surabaya, serta media Jatimupdate.id. Sebanyak 60 guru TK dan PAUD dari berbagai wilayah di Surabaya dan sekitarnya hadir untuk mengeksplorasi pemanfaatan teknologi AI sebagai media pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, dan relevan dengan perkembangan zaman.

​Mengubah Ide Sederhana Menjadi Karya Visual Pelatihan ini dipandu langsung oleh Dito Chrisdianto, seorang praktisi industri kreatif yang berpengalaman dalam memberikan pelatihan pemanfaatan AI di berbagai daerah. Dengan gaya penyampaian yang interaktif dan praktik langsung (hands-on), para peserta diajak merumuskan lirik lagu anak, mengubahnya menjadi aransemen musik, hingga memvisualisasikannya menjadi video edukasi menarik dalam waktu singkat.

​”Guru tidak harus menjadi musisi atau editor video profesional. Dengan bantuan AI, ide-ide kreatif guru bisa diwujudkan lebih cepat, sehingga energi mereka bisa lebih fokus untuk menciptakan atmosfer pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak”, ujar Dito di hadapan para peserta.

Suasana di lokasi pelatihan berlangsung penuh semangat. Ruangan kerap dipenuhi tepuk tangan dan decak kagum saat hasil karya lagu dan video berbasis AI milik para peserta diputar di layar utama. Banyak guru mengaku tidak menyangka bahwa proses produksi media edukasi yang sebelumnya dianggap rumit, kini menjadi sangat mudah berkat teknologi.

​Salah satu peserta, Bunda Martha dari TK At Taqwa, mengaku sangat terkesan dan mendapatkan ruang baru untuk berinovasi setelah mengikuti pelatihan ini. ”Saya benar-benar tertarik mengikuti pelatihan ini. Ternyata AI bisa membantu guru membuat media pembelajaran yang sangat kreatif. Saya jadi semakin semangat menerapkannya di kelas agar anak-anak lebih antusias belajar,” tuturnya.

​Hal senada disampaikan oleh Bunda Riana dari TK Ananda Wiyung. Menurutnya, “pelatihan ini membuka wawasan baru bahwa ide sederhana yang ada di kepala kini bisa dieksekusi dengan cepat. Selama ini banyak ide hanya tersimpan di kepala karena keterbatasan teknis. Sekarang, ide-ide itu bisa diwujudkan menjadi lagu, lalu divisualisasikan menjadi video. Anak-anak pasti akan lebih senang belajar dengan metode seperti ini”, ungkap Riana optimis.

​Di sisi lain, Syaiful Bachri selaku Ketua Komnas Perlindungan Anak Surabaya, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, adaptasi teknologi oleh tenaga pendidik sangat sejalan dengan tuntutan perkembangan zaman

“Hal senada disampaikan oleh Bunda Riana dari TK Ananda Wiyung. Menurutnya, pelatihan ini membuka wawasan baru bahwa ide sederhana yang ada di kepala kini bisa dieksekusi dengan cepat.

​”Kegiatan ini sangat relevan dengan tuntutan dunia pendidikan saat ini yang mengharuskan proses belajar mengajar menjadi lebih kreatif, menarik, dan adaptif. Besar harapan kami kegiatan edukatif seperti ini terus”

“berlanjut dengan materi yang berbeda. Tetap semangat dalam mendampingi generasi emas Indonesia untuk Indonesia Hebat. Anak terlindungi, Indonesia maju”, tegas Syaiful.

​Melalui sinergi ini, penyelenggara berharap para guru tidak lagi memandang AI sebagai ancaman yang menggeser peran pendidik, melainkan sebagai mitra strategis dalam berinovasi. Pemanfaatan teknologi yang tepat diyakini mampu menciptakan proses belajar yang lebih interaktif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakter generasi digital masa kini.

​Sebab, ketika guru semakin cakap memanfaatkan teknologi AI, murid pun akan semakin mencintai proses belajar di sekolah.

(Triwono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *