Agustus 11, 2026

Wakapolda Kaltim Pimpin Apel Kesiap Siagaan Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan

0

TNI Polri news.com | BALIKPAPAN

Brigjen Pol. Adrianto Yossy Kusumo S. H. M. Han memimpin upacara Kesiap Siagaan Tanggap Darurat di Lapangan M. Yasin pada Selasa ( 11/08/2026)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur mencatat peningkatan signifikan kejadian kebakaran dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut seiring dengan meningkatnya kekeringan dan rendahnya curah hujan di sejumlah wilayah Kaltim.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim Buyung Dodi Gunawan, ST, MM, mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun sejak Januari hingga 10 Agustus 2026, tercatat sebanyak 196 kejadian kebakaran.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 71 kejadian berlangsung sejak 1 Agustus 2026.

“Yang kami himpun adalah data terjadinya kebakaran. Sudah terjadi 196 kejadian dari Januari sampai tanggal 10 Agustus. Tetapi 71-nya itu ada di bulan Agustus, dari tanggal 1 Agustus,” kata Buyung saat usai upacara Apel Kesiapsiagaan Dalam Rangka Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan Dan Lahan di Kalimantan Timur 2026, di Lapangan Mako SatBrimob Polda, Balikpapan, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan. BPBD Kaltim pun terus melakukan pemantauan bersama pemerintah kabupaten dan kota serta seluruh sektor terkait.

“Memang peningkatan luar biasa. Artinya, dari dulu memang sudah ada, nah ini sekarang sudah mulai. Kami juga terus pantau dan terus bersama-sama dengan kabupaten kota, bahu-membahu dengan semua lintas sektor,” ujarnya.

Buyung menyebut sejumlah daerah saat ini menjadi perhatian karena memiliki tingkat kerawanan kebakaran yang lebih tinggi. Empat wilayah yang dinilai rawan tersebut yakni Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara (PPU), Kutai Timur (Kutim), dan Kutai Barat (Kubar).


Meski demikian, hingga saat ini belum ada kabupaten/kota di Kaltim yang menetapkan status tanggap darurat akibat kondisi tersebut.

“Sampai saat ini dari kabupaten kota belum menyatakan status tanggap darurat. Masih semuanya daerahnya siap siaga darurat,” jelasnya.

Ia mengatakan, kondisi di sejumlah wilayah lainnya juga mulai mengalami peningkatan. Namun, ketersediaan curah hujan membuat tingkat kerawanan di wilayah tersebut belum setinggi empat daerah yang masuk kategori rawan.

“Masih empat, Paser, PPU, Kutim dan Kubar. Walaupun yang lain juga ada peningkatan, tapi karena data curah hujannya masih ada di sana, sedikit lalu sedikit itu kategorinya,” ungkap Buyung.

Kondisi tersebut, lanjutnya, masih dapat berubah apabila curah hujan terus menurun dalam beberapa waktu ke depan.

“Masih belum. Masih ada kemungkinan beberapa waktu pindah ke kategori yang lebih tinggi. Tapi yang jelas empat wilayah tadi memang yang kategorinya sudah rawan,” katanya.

BPBD Kaltim juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Berdasarkan pemantauan di lapangan, sebagian besar kejadian kebakaran yang terjadi disebabkan oleh faktor kelalaian manusia.

Buyung menyebut luasan kejadian kebakaran yang ditangani sejauh ini relatif kecil, dengan sebagian besar kejadian berada di bawah lima hektare.

“Tidak lebih dari lima hektare kejadian, ada yang dua hektare, karena kebanyakan dari kelalaian manusia semuanya,” tuturnya.

Menurutnya, faktor manusia menjadi salah satu hal yang harus menjadi perhatian serius di tengah kondisi cuaca yang semakin kering.

Kondisi kekeringan di Kaltim diperkirakan semakin meningkat dalam beberapa waktu mendatang. Hal tersebut berkaitan dengan rendahnya curah hujan yang diprediksi terjadi di sebagian besar wilayah Kaltim.

Buyung mengatakan, berdasarkan data yang menjadi perhatian BPBD, pada Agustus sebagian wilayah Kaltim diperkirakan mengalami curah hujan jauh di bawah normal.

“Kalau kita lihat data, pada bulan Agustus ini sudah setengah dari wilayah Kaltim itu akan mengalami kekurangan dengan tingkat hujan sangat di bawah normal,” katanya.

Beberapa wilayah di bagian utara Kaltim, termasuk kawasan Mahakam Ulu dan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *