MTsN 6 Kediri Dorong Siswa Jadi Remaja Berkarakter melalui Gerakan 3S

TNIPOLRINEWS.COM –
Kediri – Masa remaja menjadi fase penting dalam membentuk karakter dan menentukan arah masa depan. Untuk membekali generasi muda agar mampu menghadapi berbagai tantangan pergaulan, Pemerintah Kecamatan Puncu menggelar sosialisasi bertajuk “Mewujudkan Remaja Hebat, Masa Depan Cerah dengan Gerakan 3S”, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan MTsN 6 Kediri tersebut diikuti sebanyak 165 siswa kelas IX serta lima perwakilan OSIM. Gerakan 3S yang diperkenalkan dalam kegiatan ini mencakup tiga pesan utama, yakni Stop Kenakalan Remaja, Stop Bullying, dan Stop Pergaulan Bebas.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, Kepala MTsN 6 Kediri, Saiful Ali, S.Ag., M.Fil.I., menyampaikan sambutan sekaligus ucapan selamat datang kepada jajaran Pemerintah Kecamatan Puncu dan seluruh pihak yang hadir.
Dalam sambutannya, Saiful Ali mengajak seluruh siswa menjadikan masa remaja sebagai momentum untuk membangun diri melalui kegiatan yang positif.
Ia menekankan pentingnya menjauhi berbagai perilaku yang dapat mengganggu pendidikan dan masa depan, terutama kenakalan remaja, bullying, serta pergaulan bebas.
Menurutnya, lingkungan pergaulan memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan seorang remaja. Karena itu, para siswa diharapkan mampu memilih pertemanan yang sehat dan memberikan dampak positif.
Pesan tersebut kemudian diperkuat oleh Camat Puncu, Firman Tappa, S.STP., MH. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan motivasi kepada para siswa agar tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter dan kepribadian yang kuat.
“Menjadi remaja bukan hanya menjadi anak yang pintar, namun remaja yang memiliki karakter kuat dan mampu menolak ajakan-ajakan negatif,” pesannya.
Sementara itu, Kapolsek Puncu, Djuri Winarto, SH, menyampaikan materi bertema “Stop Bullying: Be a Friend, Not a Bully.”
Para siswa diberikan pemahaman mengenai bentuk-bentuk bullying, dampaknya terhadap korban maupun lingkungan sekolah, serta pentingnya membangun budaya pertemanan yang dilandasi rasa saling menghormati.
Pesan untuk menjaga masa depan juga disampaikan oleh perwakilan Danramil Puncu, Iswoyo, yang membahas persoalan pernikahan dini.
Para siswa diingatkan agar tidak terburu-buru mengambil keputusan yang dapat mengubah perjalanan pendidikan dan masa depan mereka.
“Jangan sampai pernikahan dini merenggut masa depan,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Siswa pun didorong untuk memanfaatkan masa sekolah dengan belajar, mengembangkan kemampuan, mengejar prestasi, serta mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Materi terakhir disampaikan oleh Haris Ribut Makassara, M.Psi., dosen UIN Syekh Wasil Kediri. Ia memberikan pembinaan mengenai pentingnya menghindari bullying, kenakalan remaja, dan pergaulan bebas.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga para siswa dapat lebih mudah memahami persoalan yang kerap dihadapi remaja di tengah perkembangan zaman dan perubahan lingkungan sosial.
Di penghujung kegiatan, seluruh peserta diajak membangun komitmen bersama untuk menghentikan tindakan bullying, menjauhi kenakalan remaja, serta menghindari pergaulan bebas.
Komitmen tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.
Melalui kegiatan sosialisasi Gerakan 3S ini, MTsN 6 Kediri diharapkan semakin mampu membentuk siswa yang tidak hanya berprestasi dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter, rasa percaya diri, tanggung jawab, serta kemampuan mengambil keputusan yang tepat.
Sebab, masa remaja bukan sekadar masa untuk tumbuh dan belajar, melainkan masa untuk mempersiapkan masa depan dengan pilihan-pilihan yang positif.
Stop Kenakalan Remaja. Stop Bullying. Stop Pergaulan Bebas.
Wujudkan Remaja Hebat, Masa Depan Cerah!
Mbah Geng










