Mei 6, 2026

Kemenkeu Tunjuk Lampung Selatan sebagai Lokasi Studi Buku Refleksi Dana Desa

0

Lamsel, Tniporinews.com

Kabupaten Lampung Selatan ditetapkan sebagai lokus kunjungan lapangan dan studi dokumentasi oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia dalam rangka penyusunan buku “Refleksi Satu Dasawarsa Dana Desa”.

Kunjungan tim Kemenkeu tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Lampung Selatan, Erdiyansyah, di Kantor Dinas PMD setempat, Selasa (5/5/2026). Pertemuan ini turut dihadiri jajaran Inspektorat serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Analis Kebijakan Ahli Pertama Kemenkeu RI, Sukma Aji, mengatakan penyusunan buku ini merupakan amanah nasional yang dipantau langsung oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Kajian tersebut ditujukan untuk menghasilkan analisis berstandar internasional terkait perjalanan dana desa selama satu dekade terakhir.

“Lampung Selatan dipilih karena memiliki karakteristik wilayah yang lengkap, mulai dari pegunungan hingga pesisir pantai. Selain itu, sebagai gerbang Pulau Sumatra, daerah ini memiliki potensi limpahan ekonomi dari Pulau Jawa,” ujar Sukma.

Ia menjelaskan, buku refleksi tersebut akan mengulas lima aspek utama, meliputi kondisi desa sebelum adanya dana desa, perkembangan regulasi, ekspektasi pemerintah daerah, capaian output, hingga dampaknya terhadap kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat.

Dalam penelitian tersebut, empat desa ditetapkan sebagai sampel utama, yakni Desa Sidowaluyo, Balinuraga, Kecapi, dan Canggung. Keempat desa itu dinilai mampu merepresentasikan keberhasilan tata kelola dana desa di berbagai karakter wilayah.

“Kami juga melihat adanya sinergi menarik antara kelembagaan ekonomi desa seperti BUMDes dengan KSPP/KDMP,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Lampung Selatan, Erdiyansyah, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya. Menurutnya, kunjungan ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan perkembangan desa sebagai bagian dari identitas daerah “Beranda Sumatra”.

“Empat desa yang menjadi sampel ini memang mencerminkan kondisi wilayah kami, baik dari sektor agraris maupun potensi wisata pesisir,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan sejumlah capaian desa di Lampung Selatan, di antaranya Desa Rejo Mulyo yang meraih predikat BUMDes terbaik tahun 2024 serta kerja sama dengan KDMP. Selain itu, KDMP Bumi Sari di Kecamatan Natar telah ditetapkan sebagai proyek percontohan nasional.

Erdiyansyah berharap, kajian yang dilakukan Kemenkeu dapat menjadi pemicu semangat bagi desa-desa lain untuk terus berinovasi dalam pengelolaan dana desa.

“Semoga ini menjadi motivasi bagi desa-desa di Lampung Selatan untuk semakin maju dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

BR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *