KELANGKAAN GAS 3 KG DI LABUHANBATU JADI MISTERI, LSM ELANG MAS DESAK APH TURUN TANGAN

Tnipolrinews.com // LABUHANBATU –
Kelangkaan gas LPG 3 kg bersubsidi di Kabupaten Labuhanbatu masih jadi tanda tanya besar. Di satu sisi, stok di SPBE dinyatakan aman. Di sisi lain, warga dan pangkalan menjerit karena gas subsidi susah didapat dan harga melambung.
Hasil sidak Polres Labuhanbatu (3/6/2026) di SPBE Pertamina PT Lobusona Perdana Tri jaya Jalan H. Adam Malik, Kecamatan Rantau Selatan, dipimpin langsung Kanit II Pidus IPDA SENIMAN menunjukkan stok LPG 3 kg masih dalam kondisi aman. Namun fakta di lapangan bertolak belakang. Antrean panjang dan kelangkaan tetap terjadi di tingkat pangkalan dan eceran.
Sopir & Agen Beri Alasan Berbeda
Syahril, salah satu sopir agen LPG 3 kg PT Sukha Subur Sukses, saat dikonfirmasi pada 4/6/2026 menyebut kelangkaan terjadi karena banyaknya tanggal merah. “DO dari pihak atas sifatnya facultatif, bang,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Pram Harahap selaku pemilik agen LPG 3 kg memberi jawaban berbeda. Ia mengakui pendistribusian gas subsidi “biasa”. Saat ditanya kenapa jatah per pangkalan per hari bisa berkurang, Pram mengaku tidak bisa menjawab. “Nanti saya tanyak dulu admin kita bang,” tutupnya.
Jawaban yang saling lempar ini membuat penyebab pasti kelangkaan gas 3 kg di Labuhanbatu masih menjadi misteri.
LSM ELANG MAS: Distribusi Harus Transparan, Subsidi untuk Orang Miskin
Ketua DPC LSM Elang Mas Labuhanbatu, Dariter Ritonga, turun langsung memantau ke lokasi. Ia menyoroti lemahnya pengawasan alur distribusi gas subsidi.

“Transportasi pengangkut gas LPG 3 kg ini harus jelas wilayah pendistribusiannya, sehingga masyarakat lebih mudah memantau peredaran gas LPG 3 kg ini,” tegas Dariter saat ditemui awak media di lokasi.
Ia juga mengingatkan peruntukan gas 3 kg yang jelas untuk masyarakat miskin sesuai Permen ESDM. “Jadi kalau ada pejabat, pengusaha, yang memakainya harus ada tindakan tegas dari APH khususnya dari kepolisian agar jangan ada subsidi milik orang miskin malah dinikmati orang kaya,” tutup Dariter. Diduga Ada Permainan Jatah.

Fakta bahwa jatah pangkalan per hari bisa berkurang tanpa penjelasan jelas dari agen, menguatkan dugaan adanya permainan distribusi atau pengalihan subsidi. Polres Labuhanbatu diminta tidak berhenti di sidak SPBE saja, tapi menelusuri sampai ke tingkat agen dan pangkalan nakal.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pertamina dan Dinas Perindagkop Labuhanbatu belum memberikan klarifikasi resmi terkait misteri kelangkaan gas 3 kg ini.
Mahmud Efendi Ritonga/Tim
