Kodim 0711/ Pemalang Gerak Cepat Atasi Karhutla Petak 30 RPH BKPH Sokawati

TNIPOLRINEWS.com | Pemalang –
Kodim 0711/Pemalang bersama unsur TNI-Polri, BPBD, Perhutani dan relawan bergerak cepat melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di kawasan hutan jati petak 30 RPH BKPH Sokawati, Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Jumat (28/8/2026).
Kebakaran yang terpantau pada 1 titik hot spot tersebut melanda kawasan hutan jati dengan luas area terdampak diperkirakan mencapai ±3 hektare.
Mendapat informasi adanya Karhutla, Kodim 0711/Pemalang segera berkoordinasi dengan berbagai pihak dan mengerahkan personel serta sarana pendukung ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas ke kawasan hutan lainnya.
Sebanyak 68 personel dilibatkan dalam penanganan Karhutla tersebut, terdiri dari 20 personel Kodim 0711/Pemalang, 10 personel Yon TP 437/SB, 15 personel Polres Pemalang, 5 personel BPBD, 3 personel Perhutani serta 15 personel relawan.
Selain pengerahan personel, turut dikerahkan sejumlah kendaraan pendukung, yakni 1 unit mobil pemadam kebakaran BPBD, 1 unit mobil pemadam kebakaran Kodim 0711/Pemalang dan 1 unit kendaraan truk untuk mendukung mobilisasi personel maupun peralatan di lapangan.

Dalam pelaksanaan penanganan, personel gabungan melakukan penyekatan dan pemadaman pada titik-titik api, sekaligus melakukan pendinginan terhadap area yang telah terbakar. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terdapat bara api yang berpotensi memicu munculnya kembali kebakaran.
Medan kawasan hutan yang cukup sulit dijangkau menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Namun, berkat koordinasi dan sinergi seluruh unsur yang terlibat, penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
Dandim 0711/Pemalang Letkol Inf Edy Wibowo, S.Sos., menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan, kekompakan dan sinergi seluruh pihak.
“Begitu mendapat informasi adanya kebakaran, kami langsung bergerak dan berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait. Prioritas kami adalah memadamkan titik api, mencegah agar kebakaran tidak meluas serta memastikan kondisi kawasan benar-benar aman setelah dilakukan pemadaman dan pendinginan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kondisi musim kemarau menyebabkan kawasan hutan, terutama semak dan daun kering, mudah terbakar sehingga diperlukan kewaspadaan bersama.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran di kawasan hutan. Jangan membuang puntung rokok sembarangan dan jangan melakukan pembakaran lahan tanpa pengawasan. Apabila melihat adanya titik api atau asap di kawasan hutan, segera laporkan kepada aparat atau instansi terkait agar dapat ditangani sedini mungkin,” imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang petugas Perhutani yang terlibat dalam penanganan menyampaikan apresiasi terhadap respons cepat seluruh unsur.
“Kami sangat terbantu dengan gerak cepat TNI, Polri, BPBD dan para relawan. Dengan adanya sinergi seperti ini, titik api dapat segera ditangani sehingga risiko kebakaran meluas dapat diminimalkan,” ungkapnya.
Penanganan Karhutla tersebut menjadi bukti nyata sinergitas TNI, Polri, pemerintah daerah, Perhutani dan masyarakat dalam menjaga kelestarian kawasan hutan sekaligus melindungi lingkungan dan masyarakat dari dampak kebakaran.
Kodim 0711/Pemalang berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi bersama seluruh stakeholder dalam menghadapi potensi Karhutla, khususnya selama musim kemarau.
Dengan bergerak cepat, bersinergi dan tetap waspada, kebakaran hutan dapat dicegah agar tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
Sumber : Penerangan Kodim 0711 / Pemalang
Jurnalis : Suhari Putra Senja
