Pelatihan Menjahit Desa Banjardawa, Bagi Berwirausaha difasilitasi Kemudahan Kredit 0,0 Persen

TNIPOLRINEWS.COM –
Untuk meningkatkan kompetensi ketrampilan daya saing sumber daya manusia ( SDM) usia produktif agar siap memasuki dunia kerja maupun berwirausaha sendiri Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Transmigrasi ( DTKPT) Kabupaten Pemalang mengadakan pelatihan – pelatihan, diantaranya menjahit.
Warga masyarakat Desa Banjardawa, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, pada 4 Mei 2026 mendapat pelatihan menjahit dari Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Transmigrasi Kabupaten Pemalang. Sub Kegiatan Koordinasi, Sinkronisasi dan Pelaksanaan Pemberdayaan Industri dan Peran Serta Masyarakat. lama kegiatan empat hari, dari 4 Mei sampai 7 Mei 2026.
Terpantau yang hadir Yusuf Afandi, S. E Kepala Bidang Perindustrian Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi Kabupaten Pemalang, Rinaldi Firdaus Kautsar, S. H Ketua Fraksi PDIP Komisi C Bidang Ekonomi dan Keuangan, Sukendar, S. Pd Kades Banjardawa, Tuslihah,S.E,M.M Ketua PKBM Putra Bangsa Mentor Pelatihan Jahit dan para peserta pelatihan.
Acara pembukaan bertempat di cafe Gandulan Culinary Center ( GCC) Jalan perintis Kemerdekaan 157,Sawah Beji, Kecamatan Taman. Dibuka oleh Sukendar, S. Pd Kades Banjardawa.
Kades Banjardawa menyampaikan setinggi – tingginya terimakasih kepada DTKPT Kabupaten Pemalang yang telah memberi pelatihan menjahit untuk warganya. Demikian juga kepada Komisi C yang mengawal dan memfasilitasi kegiatan pelatihan tersebut.
” Kami sangat mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak atas terselenggaranya acara ini” Ujarnya.

” Semoga saja , lanjut Kades Banjardawa, ” Ilmu- ilmu yang nanti didapat benar – benar bisa diimplementasikan dengan baik, apalagi mentornya yang sungguh sangat multi talenta, siapa lagi kalau bukan Ibu Tuslihah”
Saya harap tak bosan- bosannya ibu Tuslihah bimbing warga kami yang masih sangat butuh ketrampilan ” Tutur Kades Banjardawa.
Senada dengan itu Yusuf Afandi Kabid Perindustrian menandaskan untuk seluruh peserta latihan jahit agar benar- benar perhatikan dan juga agar selama empat hari harus rutin hadir mengikuti, karena agar tak terputus ilmu yang tengah dipaparkan oleh mentornya, teori satu dengan teori satunya saling berkaitan.
“Contoh hari ini teori cara motong kain yang benar, lalu esoknya tidak hadir padahal dihari itu tengah dipratekan caranya, esoknya baru berangkat sementara menginjak teori berikutnya, maka ketika akan praktekan teori pertama jadi kebingungan” Tandasnya.
Selanjutnya dianya menyampaikan bahwa mentor yang akan mementori ( Tuslihah) benar – benar sangat kampiun. Acap kali dalam mementori yang dimentori cepat menangkapnya, bila mana ada yang belum paham mentor tersebut tidak jengah dan terus membimbing sampai bisa.
Sementara diwaktu yang sama Rinaldi Firdaus Kautsar Komisi C dari Fraksi PDIP ketika ditanya bila mana peserta latihan kali ini sudah mendapatkan ilmunya dan diantaranya ingin buka usaha apakah ada perangkat yang mendukung.
” Jadi bila memang ada diantara peserta latihan ini nantinya buka sendiri, Pemkab dalam hal ini pak Anom Bupati Pemalang telah menyampaikan bahwa untuk ini difasilitasi dengan kemudahan kredit yang 0,0 persen ” Tutup Rinaldi.
Jurnalis : Suhari Putra Senja
