Juni 18, 2026

SMAN 9 Surabaya Gelar Semarak Hari Buku dan Perpustakaan 2026, Tingkatkan Budaya Literasi Generasi Muda

0

SURABAYA, Tnipolrinews.com |

SMA Negeri 9 Surabaya menggelar kegiatan Semarak Hari Perpustakaan dan Hari Buku 2026 di aula sekolah, Rabu (17/6/2026). Mengusung tema “Jelajahi Dunia Lewat Literasi”, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan minat baca sekaligus mengembangkan kreativitas siswa melalui berbagai kompetisi literasi.

Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan dua lomba utama, yakni Book Talk Challenge dan Book Cover Challenge yang diikuti siswa kelas X dan XI. Acara juga dihadiri Pemenang III Putri Duta Bahasa Jawa Timur 2025, Anindira Habibi Ayu Setiandar, Ketua Komite SMAN 9 Surabaya Syaiful Bachri, serta para guru yang bertugas sebagai dewan juri.”

“Pada kategori Book Talk Challenge, Evan Arfaviano (X-4), Locita Nariswari Pratomo (XI-A4), dan Naura Quaneisha Wahyudi (X-5) berhasil meraih predikat juara. Sementara pada kategori Book Cover Challenge, gelar juara diraih oleh Kartika Indah Aulia Natasya (X-1), Nabilah Bilqis Tsabitah (XI-A1), dan Syafa Meilina Azzahra (X-6).

Ketua Panitia, Nurani, M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya sekolah untuk membangkitkan kembali budaya membaca di kalangan pelajar di tengah tingginya penggunaan teknologi digital dan media sosial.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan siswa bahwa membaca merupakan aktivitas yang sangat penting. Jangan sampai mereka hanya terpaku pada telepon genggam. Semoga ke depan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dengan konsep yang semakin baik,” ujarnya.”

“Menurut Nurani, masing-masing lomba diikuti oleh 21 peserta yang berasal dari kelas X dan XI. Setiap kelas mengirimkan dua perwakilan, satu siswa untuk mengikuti Book Talk Challenge dan satu siswa lainnya untuk mengikuti Book Cover Challenge.

Dalam Book Talk Challenge, peserta memperoleh buku secara acak yang terdiri dari buku fiksi maupun nonfiksi. Setelah membaca, mereka diminta membuat resensi dan mempresentasikan hasil pemahamannya di hadapan dewan juri serta menjawab sejumlah pertanyaan terkait isi buku.

 

Sementara itu, Book Cover Challenge menjadi wadah bagi siswa untuk menyalurkan kreativitas melalui desain sampul buku yang mampu merepresentasikan isi cerita secara visual.”

“Untuk menjaga objektivitas penilaian, panitia melibatkan guru sesuai bidang kompetensi masing-masing. Dewan juri Book Talk Challenge berasal dari guru Bahasa Indonesia, sedangkan Book Cover Challenge dinilai oleh guru Seni Budaya.

Pemenang III Putri Duta Bahasa Jawa Timur 2025, Anindira Habibi Ayu Setiandar, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, peringatan Hari Buku dan Hari Perpustakaan menjadi momentum penting untuk meningkatkan budaya literasi di kalangan generasi muda.

“Masih belum banyak sekolah yang memberikan perhatian khusus terhadap peringatan Hari Buku dan Hari Perpustakaan. Padahal tingkat literasi di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Kegiatan seperti membaca, mengulas buku, dan aktivitas literasi lainnya sangat penting untuk mendukung proses belajar siswa,” ungkapnya.”

“Salah satu dewan juri Book Cover Challenge, Anie Setiawati, S.Pd., menjelaskan bahwa desain sampul buku harus mampu menggambarkan keseluruhan isi buku, baik melalui ilustrasi maupun unsur visual lainnya.

“Book cover berbeda dengan poster. Sampul buku harus mampu mewakili isi cerita yang ada di dalamnya sehingga pembaca dapat memperoleh gambaran tentang buku tersebut hanya dari tampilan depannya,” jelasnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang perlombaan berlangsung. Salah satunya ditunjukkan oleh Lady Verinca Sagunawa, siswi kelas XI-B yang mengikuti Book Talk Challenge.

Ia mengaku senang dapat kembali menyalurkan hobinya membaca melalui ajang tersebut.

“Lomba ini sangat menyenangkan karena membangkitkan kembali minat baca saya yang sempat menurun akibat kesibukan. Saya merasa mendapat pengalaman baru sekaligus kesempatan untuk belajar lebih banyak dari buku yang saya baca,” ungkapnya.”

“Ketua Komite SMAN 9 Surabaya, Syaiful Bachri, menegaskan dukungannya terhadap berbagai program literasi yang diselenggarakan sekolah. Menurutnya, kegiatan tersebut perlu menjadi agenda berkelanjutan karena sejalan dengan upaya peningkatan kemampuan membaca, menulis, dan literasi digital siswa.

“Kami mendukung penuh kegiatan literasi di sekolah, baik untuk siswa maupun guru. Harapannya karya-karya yang dihasilkan dapat terus berkembang, bahkan memiliki ISBN sehingga menjadi karya yang terdokumentasi dengan baik. Literasi juga sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini, termasuk dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Melalui kegiatan Semarak Hari Perpustakaan dan Hari Buku 2026, SMAN 9 Surabaya berharap budaya membaca tidak hanya hadir dalam perlombaan semata, tetapi menjadi bagian dari gaya hidup dan kebiasaan positif siswa dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.
(Triwono).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *