Agustus 29, 2026

Tim Penyuluh Cegah Karhutla Mabes TNI Kunjungi Polres Tanggamus, Perkuat Sinergi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan

0

Tnipolrinews.com | Lampung Tanggamus –

Tim Penyuluh Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Markas Besar Tentara Nasional Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Polres Tanggamus pada Jumat, 28 Agustus 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antarinstansi serta menyelaraskan langkah pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah Kabupaten Tanggamus.

Rombongan dipimpin oleh Kolonel Cpm Tri Handaka, S.Pd., M.Si. selaku Pamen Ahli Bidang Pembinaan Organisasi Puspomad, yang beranggotakan personel gabungan dari TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Kunjungan turut didampingi Dandim 0424/Tanggamus Letkol Inf Dwi Djunaidi Mulyono, S.E., M.I.P.

Kedatangan tim diterima langsung oleh Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H. didampingi jajaran pejabat utama Polres Tanggamus. Dalam pertemuan tersebut, Kapolres memaparkan kondisi geografis wilayah, kesiapan personel, serta berbagai upaya mitigasi yang telah disiapkan untuk mengantisipasi potensi Karhutla.

“Wilayah Kabupaten Tanggamus memiliki cakupan luas dengan kawasan pertanian dan perkebunan yang berisiko tinggi mengalami kebakaran, terutama saat memasuki musim kemarau,” ujar AKBP Rahmad Sujatmiko.

Ia menambahkan, Polres Tanggamus bersama Kodim 0424/Tanggamus, Pemerintah Daerah, BPBD, dan unsur terkait lainnya telah menyusun sejumlah langkah antisipasi. Di antaranya adalah gelar pasukan siaga serta pembentukan posko tanggap darurat bencana di lingkungan Polres Tanggamus.

“Kami telah bersiap menghadapi berbagai kemungkinan bencana, mulai dari tanah longsor, banjir, hingga penanganan kebakaran hutan dan lahan. Posko ini menjadi titik kendali agar setiap laporan yang masuk dapat segera ditindaklanjuti di lapangan,” jelasnya.

Berdasarkan pemantauan selama dua bulan terakhir, tercatat sejumlah titik panas yang terpantau di wilayah Tanggamus. Salah satu area yang menjadi fokus utama adalah Kecamatan Bulok, khususnya kawasan yang berbatasan dengan Kabupaten Pringsewu.

“Wilayah itu memiliki lahan yang cenderung kering dan pernah mengalami kebakaran luas pada tahun-tahun sebelumnya, sehingga menjadi prioritas pemantauan kami,” tutur Kapolres.

Untuk mencegah munculnya titik api yang meluas, Polres Tanggamus telah menginstruksikan jajaran Polsek, Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga aparatur pemerintahan pekon untuk meningkatkan pengawasan berjenjang dan melakukan penanganan secepatnya apabila ditemukan indikasi kebakaran.

Selain faktor cuaca, pihaknya juga mencatat adanya praktik pembakaran lahan yang dilakukan secara sengaja oleh sebagian warga, umumnya untuk membersihkan sisa tanaman atau mempersiapkan lahan baru.

“Jika ditemukan pembakaran yang disengaja, kami akan memanggil pemilik lahan untuk diberikan pembinaan dan pemahaman agar tidak mengulangi perbuatan tersebut, sehingga api tidak merambat ke area yang lebih luas,” tegasnya.

Sementara itu, Kolonel Cpm Tri Handaka menyampaikan tim penyuluh yang beranggotakan sembilan personel ini akan melaksanakan sosialisasi dan penyuluhan di wilayah Tanggamus dan Pringsewu. Ia memberikan apresiasi atas kesiapan dan langkah-langkah preventif yang telah dijalankan Polres Tanggamus bersama Kodim dan mitra terkait.

“Pada intinya, kami memiliki tujuan yang sama: mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Meskipun berbeda instansi, arah kebijakan dan komitmen kita sama, sehingga sinergi di lapangan sangatlah diperlukan,” ungkap Kolonel Tri Handaka.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan berjenjang dari tingkat Polsek hingga perangkat wilayah agar potensi bahaya dapat terdeteksi dan ditangani sejak dini sebelum berkembang menjadi kebakaran besar. Terkait kebiasaan masyarakat membersihkan lahan dengan cara dibakar, ia menyatakan hal itu perlu diarahkan secara bertahap ke metode yang lebih aman dan tidak memicu kebakaran meluas.

“Memang terdapat kebiasaan turun-temurun dalam pengelolaan lahan, namun kita harus berupaya agar pembakaran tidak merembet ke kawasan hutan dan menimbulkan kerugian yang lebih besar,” ujarnya.

Kolonel Tri Handaka berharap kerja sama antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan masyarakat dapat terus diperkuat, sehingga potensi Karhutla di wilayah Tanggamus dan Pringsewu dapat dicegah sejak awal.

“Dengan pencegahan dan mitigasi yang dilakukan secara bersama-sama, besar harapan kita agar potensi kebakaran dapat terkendali dan tidak berkembang menjadi bencana yang merugikan masyarakat luas,” pungkasnya. (Heriyadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *