Jalan Usaha Tani Desa Pematang Kerap Terendam, Belum Memiliki Jembatan dan Masih Berupa Tanah

Lamsel, tnipolrinews.com –
Kondisi jalan usaha tani di Desa Pematang, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, dikeluhkan warga dan para petani. Akses vital yang digunakan untuk mengangkut hasil pertanian itu kerap terendam air saat musim hujan. Kondisi tersebut diperparah dengan belum adanya jembatan serta badan jalan yang masih berupa tanah, sehingga rawan licin dan berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Berdasarkan keterangan warga, genangan air yang menutupi badan jalan membuat kendaraan pengangkut hasil panen kesulitan melintas. Saat hujan turun dengan intensitas tinggi, air meluap hingga menggenangi akses jalan yang menjadi jalur utama menuju lahan pertanian masyarakat.
Salah seorang petani setempat mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan selalu menjadi persoalan yang dihadapi warga setiap musim penghujan.
“Kalau hujan deras, jalan ini seperti kolam. Kami kesulitan membawa hasil panen keluar dari lahan pertanian. Jalan masih tanah, jadi kalau terkena hujan sangat licin. Belum lagi di lokasi ini belum ada jembatan yang memadai sehingga akses semakin sulit dilalui,” ujarnya, Minggu (7/6/2026).
Menurutnya, jalan usaha tani tersebut merupakan akses utama bagi para petani untuk mengangkut hasil panen. Ketika jalan terendam dan berubah menjadi lumpur, kendaraan roda dua sering mengalami kesulitan melintas.
Selain menghambat distribusi hasil pertanian, kondisi jalan tanah yang licin juga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. Warga mengaku tidak sedikit pengendara yang tergelincir saat melintas, terutama ketika hujan turun atau sesaat setelah hujan berhenti.
“Kalau musim hujan jalan ini sangat licin. Pengendara harus ekstra hati-hati karena bisa tergelincir kapan saja. Kami khawatir terjadi kecelakaan yang lebih serius jika kondisi ini terus dibiarkan,” ungkap warga lainnya.
Warga menilai permasalahan tersebut membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Mereka berharap ada langkah nyata untuk meningkatkan kualitas infrastruktur penunjang pertanian di wilayah tersebut.
Selain pembangunan jembatan, masyarakat juga mengusulkan peningkatan badan jalan dari tanah menjadi jalan onderlagh atau rabat beton agar lebih kuat dan dapat digunakan sepanjang tahun, termasuk saat musim hujan.
“Jalan usaha tani ini sangat penting bagi masyarakat. Kalau aksesnya baik, hasil panen bisa lebih cepat diangkut dan biaya transportasi juga lebih efisien. Kami berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan jalan dan jembatan di lokasi ini,” ujar salah seorang warga.
Masyarakat berharap pemerintah melalui instansi terkait dapat segera melakukan penanganan dengan membangun jembatan, memperbaiki sistem drainase, meningkatkan badan jalan, serta melakukan pengerasan atau pengecoran jalan agar tidak lagi menjadi hambatan bagi petani.
Menurut warga, perbaikan infrastruktur tersebut tidak hanya akan memperlancar aktivitas pertanian, tetapi juga mendukung peningkatan produktivitas dan perekonomian masyarakat Desa Pematang yang sebagian besar menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
(Red)
